Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Depkes, RI. (2008). Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Jakarta: Departeman Kesehatan RI.
Depkes, RI. (2011). Buku Saku Petugas Kesehatan Lintas Diare. (edisi 2011), (hlm. 2-11). Jakarta: Departemen Kesehatan RI.
Depkes, RI. (2010). Diare final (1).pdf. Diakses dari: www.depkes.go.id/ downloads/buletin%20. Pada 4 November 2012.
Depkes, RI. (2011). Pengertian Balita. Diakses dari: http://id/shvoong.com/ social-sciences/sociology/2170479-pengertianbalita/html. Pada 24 November 2012.
Dewi, L. (2010). Asuhan Neonatus Bayi dan Anak Balita. Jakarta: Salemba Medika.
Erfandi. (2013). Pengetahuan dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Diunduh melalui http://forbetterhealth.com.
Herwindasari. E (2013). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Penatalaksanaan Awal Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas II, (Skripsi). (hlm. 3-4). Pontianak
Hidayat, A. (2007). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.
Isyraq.(2007). Substansi Dan Definisi Pengetahuan. Diakses dari: http://isyraq.wordpress.com/2007/11/26/substansi-dan-definisi-pengetahuan/ (hlm. 8). Pada 26 November 2007
Kemenkes, RI. (2014). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013 (hlm. 143). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes, RI. (2011). Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan Situasi Diare di Indonesia, volume 2. (triwulan II), (hlm. 1-8). Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Malikhah, L. (2012). Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan Secara Dini Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Hegarmanah Jatinangor.pdf (Skripsi), (hlm. 8-9). Bandung.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan (hlm. 50). Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2013). Promosi kesehatan dan Ilmu Perilaku. Cetakan I. Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam. (2011). Konsep & Penelitian Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan (hlm. 80-120).Jakarta: Salemba Medika.
Nursalam. (2009). Konsep & Penelitian Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Nursalam, dkk. (2008). Asuhan Keperawatan Bayi dan Anak (untuk Perawat dan Bidan). Jakarta: Salemba Medika.
Proverawati, A. (2009). Buku Ajar Gizi Untuk Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Riwidikdo, H. (2010). Statistik Kesehatan untuk Penelitian Kesehatan dengan Aplikasi Program R dan SPSS. Yogyakarta: Pustaka Rihama.
Sanusingawi.(2011). Gambaran Kejadian Diare Balita. Diakses dari: http://kejadiandiarepadabalita.com. Pada 25 Maret 2012.
Sofwan, R. (2010). Cara Cepat Atasi: Diare pada Anak. Jakarta: PT. Buana Ilmu Populer.
Sugiyono, Y. (2007). Statistika untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.
Suriadi & Yuliani, R. (2010). Buku Pegangan Praktik Klinik Asuhan Keperawatan pada Anak.(edisi 2), hlm. 82. Jakarta: Sagung Seto.
Taufik. (2010). Arti Pengetahuan Menurut Para Ahli. Diakses dari: http://arti-pengetahuan-menurut-para-ahli/2010/09/.html. Pada 24 Februari 2011.
Biro Hukum dan Organisasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2006). Glosarium Data dan Informasi Kesehatan. Jaktarta. Diakses melalui http://www.depkes.go.id%2Fdownload.php%3Ffile%3Ddownload%2Fpusdatin%2Flainlain%2Fglosarium2006.pdf&ei=wWGLVaykDcKxuATWxILYDw&usg=AFQjCNGT2tF5uZyWuyT9aEUmCVbj7S8w&sig2=BkQIo2psDBrvc_iVv265Q
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Pedoman penaggulangan nasional TBC. Jakarta: Depkes RI.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Pedoman penaggulangan nasional TBC. Jakarta: Depkes RI.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia.(2014). Profil Kesehatan Nasional. Jakarta. Diakes melalui: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2013.pdf
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2012). Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis. Jakarta : Depkes RI.
Dinas Kesehatan Kota Bandung. (2007).
Profil Kesehatan Kota Bandung.
Bandung : Dinkes Kota Bandung.
Dinas Kesehatan Kota Bandung. (2012). Profil Kesehatan Kota Bandung. Bandung : Dinkes Kota Bandung.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. (2014). Angka Penemuan TB pada Tahun 2014.Bandung : Dinkes Jabar.
Fungani. (2014). Hubungan Antara Pelaksanaan Tugas Kesehatan Keluargadengan Kualitas Hidup Penderita Stroke Di Poliklinik Saraf RSUD Ajibarang. Skripsi pada Fakultas Kedokteran dan Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jendral Soedirman : tidak diterbitkan.
Hartono, AY. (2010). Karakteristik Penderita Tuberkulosis Paru Dan Lingkungan Rumah Di Wilayah Kerja Puskesmas Padalarang, Kabupaten Bandung Barat Periode Mei - Juli 2012. Skripsi pada Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung : tidak diterbitkan.
Hidayat, A. (2009). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisa Data.Jakarta : Salemba Mesdika.
Ishak, H. Daud, A. (2010). Analisis Spasial Sebaran Kasus Tuberkulosis ditinjaudari Faktor Lingkungan Dalam Rumah di Kabupaten Luwu Utara. 1 (1) 2.
Juliandri, dkk. (2014). Hubungan Antara Dukungan Sosial Dan Coping Stres DenganKualitas Hidup Pasien Tb Paru Di Puskesmas Perak Timur Surabaya. Manuskrip pada Fakultas Keperawatan Airlangga : Tidak Diterbitkan.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. (2011). Strategi Nasional pengendalian Tuberkulosis di Indonesia 2011-2014. Jakarta : Kemenkes.
Koesmanto. (2013). Hubungan Peran Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia Yang Mengalami Gangguan Fungsi Kognitif Di Desa Windunegara Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas. Skripsi pada Universitas Jenderal Soedirman : tidak diterbitkan.
Nofitri, N. (2009). Gambaran Kualitas Hidup penduduk Dewasa di Jakarta. Skripsi pada F. PSI UI : tidak diterbitkan.
Oksfriani, S. (2012). Pengaruh Lingkungan Terhadap Tuberkulosis Paru. Manuskrip pada The Laboratory of Environmental Health Study Program of Public Health Science Faculty of Public Health Sam Ratulangi University : Tidak Diterbitkan.
Oktavia, A. (2009). Hubungan Antara Aktivitas Fisik dan Kualitas Hidup pada Komunitas Lansia di Desa Margoagung, Kecamatan Seyegan, Sleman Yogyakarta. Skripsi pada Fakultas Kedokteran Jurusan Ekstensi Ilmu Keperawatan Universitas Gadjah Mada : Tidak Diterbitkan
Perkumpulan pemberantasan Tuberkulosis Indonesia. (2012). Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Tuberkulosis Paru (Tb Paru) Di Balai Pengobatan Penyakit Paru Di (Bp4) Yogyakarta Unit Minggiran. Jakarta : PPTI.
Potter, P.A, Perry, A.G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses,dan Praktik. Edisi 4.Volume 2. Alih Bahasa : Renata Komalasari, dkk. Jakarta: EGC.
Raudhah, I. (2011). Kualitas Hidup Lansia di Graha Residen Senior Karya Kasih Medan. Skripsi pada Fakultas Keperawatan Universitas Sumatra Utara : tidak diterbitkan.
Rinawati, R. (2010). Analisis Sebaran Pola Penderita Tuberculosis Di Kota Bandung. Skripsi pada FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia : tidak diterbitkan.
Sari, NK. (2013). Status Gizi, Penyakit Kronis, Dan Konsumsi Obat Terhadap Kualitas Hidup Dimensi Kesehatan Fisik Lansia. Skripsi pada Universitas Diponegoro : tidak diterbitkan.
Sekarwiri, E. (2008). Hubungan Antara Kualitas Hidup dan sense of community. Skripsi pada F. PSI UI : tidak diterbitkan.
Sugiyono. (2014). Metode penelitian kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta CV.
Supriyadi, Wagiyo dan Widowati, SR. (2011). Tingkat Kualitas Hidup pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Terapi Hemodialisis. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 6 (2) 107-112.
Yunikawati, R. dkk. (2013). Gambaran Kualitas Hidup Penderita Tuberkulosis Setelah Mengikuti Peer Support Group Therapy Di Rumah Sakit Khusus Paru Respira Upkpm Yogyakarta. Skripsi pada Universitas Gadjah Mada : tidak diterbitkan.