Abstract
Changes that occur in the transition of a senior high school student to college students tend to be a stressor for first-year nursing students. Stressors can come from internal, family, education, and social environment. When experiencing stressors, nursing students will use different coping strategies. This study aims to describe stressors and coping strategies used by the firstyear student of Nursing Faculty, Universitas Padjadjaran. This study is quantitative descriptive research involving 113 students who were selected using a simple random sampling technique. Data were collected using stressors questionnaire and COPE Inventory that analyzed using descriptive analysis (frequency and percentage). The results showed that the stressor most felt by first-year students of Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran came from education felt by that is the changing/irregular schedule of lectures perceived 111 (98.2%) students. While coping strategy that tends to be used is emotion-focused coping as much as 65 (57,5%) students. This study concludes that almost all students felt the stressor that comes from education that is changing schedule / not on time, and most students tend to use coping strategy emotion-focused coping. Based on the result is expected when there is a change of course schedule every course coordinator in Faculty of Nursing confirm to the student a few days before, then TPBK and guardian lecturer expected always to do guidance to student actively and continuously.
Abstrak
Perubahan yang terjadi dalam masa transisi siswa SMA menjadi mahasiswa cenderung menjadi stressor bagi mahasiswa tahun pertama keperawatan. Stressor tersebut dapat berasal dari internal, keluarga, pendidikan, dan lingkungan sosial. Ketika menghadapi stressor, mahasiswa akan menggunakan strategi koping yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan stressor dan strategi koping pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 113 orang mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner stressor dan COPE Inventory yang dianalisis menggunakan analisis deskriptif (frekuensi dan persentase). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stressor yang paling banyak dirasakan oleh mahasiswa tahun pertama Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran berasal dari pendidikan yaitu jadwal kuliah yang berubah-ubah/tidak tepat waktu yang dirasakan 111 (98,2%) mahasiswa. Sedangkan strategi koping yang cenderung digunakan yaitu emotion focused coping sebanyak 65 (57,5%) mahasiswa. Simpulan dari penelitian ini adalah hampir seluruh mahasiswa merasakan stressor yang berasal dari pendidikan yaitu jadwal kuliah yang berubah-ubah/tidak tepat waktu, dan sebagian besar mahasiswa cenderung menggunakan strategi koping emotion focused coping. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan ketika ada perubahan jadwal kuliah setiap koordinator mata kuliah mengkonfirmasi kepada mahasiswa beberapa hari sebelumnya, kemudian TPBK dan dosen wali diharapkan untuk selalu melakukan bimbingan pada mahasiswa secara aktif dan berkelanjutan.